Setiap bulan kita membayar iuran yang salah satu komponennya adalah untuk pengangkutan sampah rumah tangga. Namun anggaran Rp. 6.000 per KK perbulan hanya cukup untuk pengangkutan 1 kali per minggu, yang dilakukan setiap hari Jumat. Dengan demikian, problem sampah belum terselesaikan 100%. Jika ingin ada pengangkutan 2 kali per minggu, maka anggaran pengangkutan sampah harus dilipatgandakan...... sanggupkah kita?
Jika tidak, maka Permasalahan sampah yang utama saat ini adalah timbulan sampah rumah tangga tidak mampu tertampung oleh bak-bak sampah depan rumah kita. Maka harus ada upaya untuk mengurangi timbulan sampah tersebut.
Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan membakar sampah yang bisa dibakar dan mempermudah pemulung untuk mengambil sampah yang dapat dijual. Dengan demikian maka yang paling sederhana dapat kita lakukan adalah memilahkan sampah rumah tangga mulai dari tangan kita dan anggota keluarga kita saat membuang sampah tersebut ke kotak sampah yang ada di dalam rumah.
Di tempat penampungan sampah pertama (biasanya kantong kresek di dapur) kita pilah sampah yang dapat diambil pemulung pada satu kantong, sampah yang dapat dibakar pada satu kantong kedua, yang tidak termasuk keduanya dimasukkan ke kantong berikutnya. Dengan demikian akan selalu ada tiga tempat sampah di dalam rumah sebelum disimpan di bak sampah depan rumah.
Mari kita bakar sampah pada kantong kedua, kita persilahkan pemulung untuk mengambil kantong sampah yang pertama, dan simpan kantong sampah yang ketiga di kotak sampah yang ketiga. Maka setidaknya sampah yang akan menumpuk untuk diangkut dapat direduksi sampai 50%.
Mari kita mulai, sehingga RT kita bebas dari pohon-pohon sampah .... maksudnya tidak menggantung sampah di pohon atau di pagar rumah. (Redaksi 003).
Selasa, 17 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tuh kan,... kita yang produksi sampah, kita juga yang repot mengelola sampah. Habis mau gimana lagi ya ? semoga sampah kita dapat dikelola dengan baik. Aamiin
BalasHapus