Rabu, 18 Februari 2009

Metamorfosa Sang Ulat



Ulat mungkin salah satu makhluk yang tidak berperikebinatangan. Tidak sedikit petani miskin yang hanya memiliki beberapa jengkal tanah gagal panen karena tanamannya dimakan ulat. Sangat TIDAK PILIH BULU. Bulunya yang gatal dengan badan gendut, menambah citra negatifnya sebagai makhluk Tuhan. Sebagian orang, jijik dan takut terhadapnya meskipun badannya sangat jauh lebih kecil dari manusia. Sedemikian jelekkah tuhan mentakdirkan hidup makhluk tersebut??

Sang Ulat ternyata tidak menghendaki kondisi demikian, dia juga merasa tersiksa dengan takdir super negatif tersebut. Hal itu membawanya ke proses perenungan dan tafakur. Untuk memelihara kekhusuannya, dipilihlah tempat yang sunyi, gelap, hampa yang tidak dipilih oleh makhluk lain untuk hidup. Agar tidak menjijikan lagi, ulatpun jadilah kepompong.
Sehari, dua hari berlalu, Sang Ulat akhirnya berubah menjadi kupu-kupu. Jangankan terbang, diam sekalipun terlihat cantik, lincah dan dapat terbang kemana saja yang ia mau......Maha Adil Engkau Ya Allah. Meskipun semua orang sadar dari mana kupu-kupu itu berasal, tapi rasa jijik dan takut sudah lenyap diselimuti rasa kekaguman akan keindahan ciptaan tuhan tersebut. Kupu-kupupun ditakdirkan harus memakan madu bunya yang tentunya sangat lezat dengan tugas mulia membantu perkembangbiakan tanaman.
Mempelajari makna yang terkandung dalam proses tersebut, Kita juga harus berubah, selalu harus berubah menuju ke arah kehidupan yang lebih baik sehingga hidup ini lebih bermakna, untuk dunia dan akhirat..... Amien.

Taryadi :
Kutipan materi kultum Ust. Sampurno Wibowo
pada Silaturahmi RT 01 TTC Bulan Pebruari 2009

Selasa, 17 Februari 2009

Sampah, masalah kita bersama

Setiap bulan kita membayar iuran yang salah satu komponennya adalah untuk pengangkutan sampah rumah tangga. Namun anggaran Rp. 6.000 per KK perbulan hanya cukup untuk pengangkutan 1 kali per minggu, yang dilakukan setiap hari Jumat. Dengan demikian, problem sampah belum terselesaikan 100%. Jika ingin ada pengangkutan 2 kali per minggu, maka anggaran pengangkutan sampah harus dilipatgandakan...... sanggupkah kita?
Jika tidak, maka Permasalahan sampah yang utama saat ini adalah timbulan sampah rumah tangga tidak mampu tertampung oleh bak-bak sampah depan rumah kita. Maka harus ada upaya untuk mengurangi timbulan sampah tersebut.
Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan membakar sampah yang bisa dibakar dan mempermudah pemulung untuk mengambil sampah yang dapat dijual. Dengan demikian maka yang paling sederhana dapat kita lakukan adalah memilahkan sampah rumah tangga mulai dari tangan kita dan anggota keluarga kita saat membuang sampah tersebut ke kotak sampah yang ada di dalam rumah.
Di tempat penampungan sampah pertama (biasanya kantong kresek di dapur) kita pilah sampah yang dapat diambil pemulung pada satu kantong, sampah yang dapat dibakar pada satu kantong kedua, yang tidak termasuk keduanya dimasukkan ke kantong berikutnya. Dengan demikian akan selalu ada tiga tempat sampah di dalam rumah sebelum disimpan di bak sampah depan rumah.
Mari kita bakar sampah pada kantong kedua, kita persilahkan pemulung untuk mengambil kantong sampah yang pertama, dan simpan kantong sampah yang ketiga di kotak sampah yang ketiga. Maka setidaknya sampah yang akan menumpuk untuk diangkut dapat direduksi sampai 50%.
Mari kita mulai, sehingga RT kita bebas dari pohon-pohon sampah .... maksudnya tidak menggantung sampah di pohon atau di pagar rumah. (Redaksi 003).

Dari Redaksi

Cobalah memberi dan memberi

Tak perlu berupa barang

Tapi dapat berupa perhatian, pengertian dan kasih sayang

Cobalah pertahankan sikap seperti itu

Karena benih yang baik

Akan membuahkan hasil yang baik pula

RT 01 RW 13 Taman Tirta Cimanggu





Bapak Muhidayat Ketua RT 01 RW 13 Taman Tirta Cimanggu Berlatar belakang Photo Udara Wilayah RT 01 Akhir Tahun 2006 (sumber : Google Earth)






Bulan Pebruari tahun lalu, administrasi lingkungan di Perumahan Taman Tirta Cimanggu dimekarkan menjadi 5 RT (saat ini sudah 6). RT 01 berada di bagian paling belakang komplek perumahan melingkupi Jalan Putri Duyung, Jalan Paus, Jalan Oscar dan Jalan Lobster.
Jajaran kepengurusan RT pertama yang terpilih adalah Bapak Muhidayat sebagai ketua, Bapak Yadi sebagai sekretaris dan Bapak Edi sebagai bendaharanya. (Info Humas 001)